Ratu Tisha Bawa Indonesia Ukir Sejarah Baru di Sepak Bola Asia

Posted on
, Indonesia – Sejarah diukir oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha. Ia menjadi orang Indonesia pertama yg terpilih masuk sebagai anggota Komite Kompetisi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Rabu (14/8/2019).

Dikutip dari halaman resmi PSSI, Ratu Tisha menjadi satu dari delapan belas Komite Kompetisi AFC yg diketuai oleh Tran Quoc Tuan dari Vietnam.

“Alhamdulilah, semoga penunjukan ini baik untuk PSSI serta Indonesia tentunya. Selain itu, berguna & bermanfaat dari sisi sepak bola nasional. PSSI terus bekerja keras untuk kemajuan sepak bola Indonesia,” mengatakan Tisha.

Perempuan asal Banten, Jawa Barat ini sebelum juga terpilih menjadi Wakil Presiden AFF periode 2019 hingga 2023. Jabatan ini juga menjadikan Tisha sebagai perempuan pertama yg menduduki posisi tersebut.

pssi.org
Judi.biz

Agen Bola SBOBET Judi.biz

Transfer Besar Inter & Juventus akan Kembalikan Kejayaan Serie…

5 Bakat Kroasia yg Pernah Gabung Bayern Munich

Zlatan Ibrahimovic Jadi Pemain Sempurna Untuk Fiorentina

Ratu Tisha lahir di Jakarta pada 30 Desember 1985. Lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, ia berkuliah di Institut Teknologi Bandung mengambil jurusan Matematika.

Ketertarikan Tisha pada sepak bola sudah dimulai sejak ia duduk di bangku sekolah menengah atas. Saat itu, ia kabarnya membentuk tim sepak bola & bertugas menjadi manajer.

Pada 2013, ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yg mendapat beasiswa Program Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Master.

Karier Tisha di sepak bola nasional kemudian makin moncer. Dia pernah menjabat Direktur Kompetisi & Operasional PT Gelora Trisula Semesta, perusahaan operator kompetisi Indonesia Soccer Championship 2016 & menjadi Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru 2017.

Pihak AFC tentu memiliki pertimbangan mengapa menunjuk Ratu Tisha sebagai anggota komite kompetisi. Salah satu pertimbangannya tentu saja pengalaman Tisha di kompetisi sepak bola nasional.

Yang menarik tentu saja di dalam negeri, sosok Tisha justru masih dianggap minor oleh pensayang sepak bola nasional dalam urusan mengelola kompetisi sepak bola. Baru-baru ini misalnya, ia menjadi sorotan saat leg kedua final Piala Indonesia.